Senin, 22 Juni 2009

ruang refleksi dan doa impian ku

Sekarang usiaku sudah 25 tahun. Sebagian dari teman-teman ku sudah menikah dan mempunyai anak. Mereka juga sudah memiliki rumah yang bagus walau tidak begitu megah. setiap aku berkunjung ke rumah salah seorang dari teman-temanku itu, aku merasakan rumahnya sangat baik dan bagus. Rumahnya itu hanya memiliki 4 kamar, satu kamar untuk tidur tamu, satu sebagi kamar utama dan satu lagi kamar tidur anak. Sisanya sebagai ruang tamu. rumah itu tidak begitu luas namun sudah sangat memukau diriku. Cukup baiklah untuk ukuran orang yang baru berkeluarga. Hanya saja ada satu hal yang kurasa kurang dari rumah itu yaitu ruang doa. Sebagai umat kristen katolik seharusnya teman saya itu juga membuat satu ruangan khusus untuk doa. Seperti biasanya pada tiap bulan mei dan oktober adalah bulan Maria dimana umat katolik selalu mengadakan doa rosario bersama selama satu bulan. Alangkah lengkap dan sempurnanya rumah itu jika teman saya itu mau membuat ruangan khusus untuk doa rosario itu. Ruangan untuk doa rosario itu tak perlu luas cukup dengan ukuran 4 x 4. Yang terpenting adalah ruangan itu harus berventilasi yang baik dan sebaiknya terhindar dari ruangan yang dapat menimbulkan kebisingan seperti ruang keluarga. Apalagi teman saya itu tinggal di pedesaan yang kegiatan doa rosario bersama keluarga lain / tetangga masih dipertahankan. Kita bisa membangun pencakar langit untuk manusia mengapa sedikit ruangan hanya 4x 4 untuk Tuhan kita tidak bisa bahkan tak terpikirkan oleh kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar